10 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Melayani

Mau bergabung dalam tim PD?” Pertanyaan itu ditanyakan dengan mudah. Dan kita pun cenderung menjawab dengan mudah, “Boleh.” “Menjadi bagian apa di dalam suatu tim pelayanan dipikirkan belakangan, yang penting adalah keinginan dan kerinduan untuk melayani.” Begitulah pemikiran tentang pelayanan yang umumnya dimiliki diawal-awal pelayanan. Memang, kalimat yang terkesan memudahkan ini, dilontarkan untuk memotivasi anak-anak muda untuk mulai melayani.

Tetapi setelah 4 tahun bergabung dalam tim pelayanan suatu PD di Jakarta, ada beberapa hal yang baru saya ketahui. Padahal ini adalah hal-hal penting yang perlu diketahui sebelum benar-benar memutuskan untuk melayani.

1.      Pelayanan = pekerjaan di kebun anggur Tuhan

Tim PD bukanlah sekedar sekelompok orang yang mengadakan kegiatan religius saja. Pelayanan bukanlah sekedar kegiatan-kegiatan yang diadakan untuk mengisi waktu dan berkumpul-kumpul bersama teman-teman. Tetapi kita mengerjakan sesuatu yang memiliki tujuan mulia, yaitu mengembangkan Kerajaan Allah di dunia. Jiwa-jiwa anak muda yang jauh dari Tuhan, yang terlupakan, yang terlukai, itulah yang akan kita bawa kepada Tuhan. Oleh sebab itu,  rencana kerja yang hampir sempurna tidak akan ada gunanya bila tidak dilakukan dengan motivasi ‘untuk Tuhan’. Bukan sekedar kegiatan-kegiatan yang sudah menjadi tradisi belaka dan harus dikerjakan.

 

2.      Doamu sangatlah berarti

Dan setiap kegiatan pelayanan yang nampak hanyalah aktivitas-aktivitas teknis belaka (misalnya bermain musik, dokumentasi, perlengkapan), bila tanpa doa, akan menjadi aktivitas-aktivitas belaka. Suatu PD yang terselenggara luar biasa OK secara teknis, bila tanpa diisi dengan doa dan didasari motivasi untuk mencintai Tuhan, rasanya tidak memiliki kualitas yang baik.

Berdoalah setiap hari untuk pelayananmu, berdoalah untuk setiap orang yang kita telah jumpai dan akan kita jumpai dalam pelayanan kita. Doa membuat segala pekerjaan kita menjadi pekerjaan Tuhan.

 

3.      Imanmu juga bertumbuh

Karena terlalu sering menjadi panitia atau tim, beberapa orang cenderung terbiasa untuk melayani dan membantu umat untuk mengisi tangki cinta umat dengan cinta Tuhan. Tetapi malah kelupaan untuk mengisi tangki cinta diri sendiri dan lupa untuk menumbuhkan iman sendiri. Ketika Firman disampaikan, ikut sertalah mendengarkan. Ketika puji-pujian dan penyembahan diangkat, ikut sertalah memuji dan menyembah. PD bukan diadakan untuk umat saja, tetapi untuk pertumbuhan rohani kita pula.

 

4.      Tidak ada yang dibayar di sini

Ingat, kamu, saya dan teman-teman lain, tidak dibayar dengan uang untuk pelayanan ini. Oleh sebab itu, jangan heran bila ada teman sesama tim yang tidak mengerjakan pekerjaannya, yang tidak mau mengikuti instruksi kita, atau yang tiba-tiba saja hilang.

Motivasi dalam pelayanan yang tidak dibayar berbeda dengan pekerjaan yang dibayar. Bentuk cinta kita kepada Tuhan hendaklah menjadi motivasi kita untuk melayani. Bila kita mulai merasa pelayanan kita sia-sia, tidak berguna, tidak mendapatkan apa-apa, kembalilah kepada motivasi semula. Memang kita tidak akan mendapat balasan apa-apa secara materi dalam pelayanan ini.

 

5.      Anak Tuhan tetaplah anak manusia

Orang-orang dalam pelayanan bukanlah orang-orang yang sempurna. Bila kita memutuskan untuk masuk dalam tim pelayanan, bukan berarti saat itu juga kita berubah menjadi sempurna. Tidak. Kita masih manusia biasa, dengan sikap, temperamen, pola pikir dan latar belakang yang kita miliki. Teman-teman lain pun demikian adanya. Kelemahan dan kelebihan saya dan kamu masih ada. Jangan berpikir bahwa semua orang dalam pelayanan akan selalu baik. Jangan berpikir bahwa kita akan terus nyaman di tempat ini.

Kelemahan teman-teman lain akan terkuak, begitu pula kita akan terkuak. Tetapi dengan munculnya perselisihan, gesekan, kita akan lebih mengenal diri kita sendiri, lebih mengetahui kelemahan-kelemahan kita. Dan sudah menjadi rumus umum bertahan dalam pelayanan untuk mau dibentuk dan mau menerima kondisi teman kita apa adanya.

 

6.      Belajar hidup seimbang

Tenaga, waktu, pikiran, uang (untuk makan-makan), bensin (bila yang punya kendaraan), dari antara semua itu, yang paling banyak tersita dalam pelayanan adalah waktu. Sebagai tim pelayanan, kita tidak hanya memiliki tanggung jawab kepada ladang pelayanan kita saja, tetapi ingat, kita masih memiliki tanggung jawab kepada keluarga, pekerjaan, kehidupan pribadi kita dan masih banyak lagi.

Aturlah waktu dengan baik. Beri prioritas yang seimbang pada setiap aktivitas kita. Melayani tidak hanya di gereja, tetapi juga di rumah, di tempat kerja dan di kehidupan kita sehari-hari.

 

7.      PD/komunitas kita bersama

Ya, benar. Ini adalah PD kita bersama, semua acara yang diadakan setiap divisi atau seksi dalam kepengurusan adalah acara bersama, bukanlah acara orang-orang tertentu saja. Kontribusi kita tidak hanya pada tanggung jawab khusus yang kita pegang, tetapi juga bertanggung jawab atas keseluruhan acara, baik yang kecil maupun yang besar, dalam tim PD ini. Keberhasilan usaha pelayanan seksi lain tidak lepas dari bantuan kita. Keberhasilan usaha pelayanan kita tidak kita usahakan sendiri pula, tetapi diperlukan kesatuan hati dan kebersamaan menghadapi segalanya.

 

8.      Ruang lingkup PD/komunitas

Ketika kita memutuskan untuk melayani di PD, bukan berarti kita tidak dapat ikut serta dalam kegiatan lain di paroki atau di kategorial lain. Keikutsertaan kita pada kelompok diluar PD secara tidak langsung dapat memperkenalkan PD kepada orang-orang lain.

 

9.      Biarkan pelayanan ini fun!

Biarkan pelayanan ini menjadi sesuatu yang menyenangkan. Jadikanlah pelayanan sebagai kesempatan melakukan aktivitas lain selain sekolah maupun pekerjaan kita sehari-hari.Ketika kita membawa salib pelayanan ini dengan sukacita, beban salib yang berat itu tidak terasa berat.

 

10.   Tidak ada satupun yang layak

Terkadang banyak pelayan Tuhan yang begitu rendah hati. Saking rendah hatinya, ia merasa tidak layak, misalnya merasa tidak layak untuk berdiri di depan dan berbicara tentang Tuhan, merasa tidak layak menjadi pemimpin pujian, merasa tidak layak untuk segalanya.

Pekerjaan pelayanan tidak membutuhkan orang-orang kudus dan layak untuk ini. Dan pada kenyataannya tidak ada satu orang pun di dunia ini yang layak untuk disebut anak Tuhan atau bahkan pelayan Tuhan. Maka, jangan pernah berpikir tentang hal kelayakan ini. Terima saja kasih karunia Tuhan.

 

Bila kita tertarik untuk melayani, panggilan ini merupakan undangan dari Tuhan. Undangan yang tidak diberikan kepada semua orang. Jawablah panggilan Tuhan ini dengan sepenuh hati kita! Sebab Tuhan yang memanggil dan Tuhan yang memilih kita.

Di atas semua itu, doa, Firman, Ekaristi tetaplah kunci dari pelayanan yang baik. Carilah kekuatan daripada Tuhan. Kita tidak dapat memberi apa yang tidak kita miliki. Ketika kita tidak memiliki kekuatan dalam hati, mintalah kepada Tuhan. Ketika kita tidak mengetahui apa kemampuan dan karunia kita, mintalah dari Tuhan. Jadikan Tuhan dasar dan tujuan pelayananmu!

 

Adjusted and inspired from http://www.catholicyouthministry.com/10-things-i-wish-someone-told-me-before-i-became-a-youth-minister/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Protected by WP Anti Spam